Sebenarnya Yesus tidak mau orang tahu Ia ke sana, tetapi kedatangan Yesus tidak dapat dirahasiakan.
Malah seorang ibu, yang anak perempuannya kerasukan roh jahat, datang dan tersungkur di depan kaki Yesus.
Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia, bukan dari keturunan Israel. Ia sudah mendengar kabar tentang siapa Yesus dan bagaimana Yesus memiliki kuasa yang besar.
Ibu itu memohon kepada Yesus untuk menolongnya, "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid Yesus meminta kepada Yesus untuk menyuruh ibu itu pergi karena ibu itu terus berteriak-teriak.
Yesus berkata: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
Tetapi ibu itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
Yesus ingin melihat kesungguhan hati perempuan dari bangsa asing itu. Yesus menjawab: "Tidak semestinya roti yang disediakan bagi anak-anak dan diberikan kepada anjing."
Yesus mengumpamakan bangsa Israel sebagai anak-anak yang harus terlebih dahulu menerima kasih karunia Allah, baru setelah itu bangsa Israel yang membagikan berkat pada bangsa-bangsa lain.
Tetapi perempuan itu merendahkan diri namun tetap memohon belas kasihan Yesus. Ia berkata: "Benar Tuhan, namun anjing yang di bawah meja itu juga makan remah-remah yang jatuh dari meja anak-anak tuannya."
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki. Sekarang setan sudah keluar dari anakmu." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anaknya berbaring di tempat tidur, dengan setan sudah keluar dari anak itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar