Bangsa Yahudi memiliki adat istiadat yaitu perintah dan larangan yang harus dilakukan dan diajarkan secara turun temurun.
Suatu kali datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan sengaja bertanya untuk mencari kesalahan Yesus:
"Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
Tetapi Yesus menegur orang Farisi dan ahli Taurat itu karena mereka terlalu mementingkan adat istiadat supaya dilihat orang tetapi mereka melanggar perintah Tuhan yang berlandaskan kasih.
Yesus berkata, kalian orang Farisi dan ahli Taurat adalah seperti orang-orang yang dikatakan dalam nubuat Yesaya.
Mereka memuliakan Allah dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Tuhan.
Mereka beribadah sedangkan ajaran yang mereka ajarkan bukan perintah Allah melainkan perintah manusia.
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
"Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
Murid-murid Yesus sadar bahwa perkataan Yesus membuat kesal orang Farisi namun Yesus menyuruh murid-murid-Nya membiarkan hal itu.
Lalu Petrus berkata kepada Yesus: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami."
Jawab Yesus: "Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut yaitu makanan dan minuman akan turun ke dalam perut lalu dibuang di toilet?
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat."
Yesus mengajari pengikut-Nya bahwa menjaga kesucian dan kekudusan bukanlah dengan mematuhi larangan ini dan itu demi terlihat baik dari luar seperti orang Farisi, tetapi dimulai dari dalam hati yang sungguh mencintai Firman Allah, lalu akan terlihat dengan sendirinya dari perkataan dan perbuatan yang keluar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar