Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak, datanglah seorang bapak kepada Yesus dan memohon: "Tuhan, selamatkanlah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ketika anakku diserang oleh roh itu, ia berteriak-teriak, tubuhnya kejang-kejang, dan mulutnya berbusa. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."
Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
Lalu mereka membawa anak itu. Waktu roh itu melihat Yesus, ia membuat tubuh anak itu bergoncang-goncang dan mulutnya berbusa.
Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?"
Jawab sang ayah: "Sejak masa kecilnya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang imannya masih sangat kurang ini!"
Lalu Yesus mengusir roh jahat itu, kata-Nya: "Keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"
Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya.
Tiba-tiba anak itu tidak bergerak seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati."
Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu anak itu bangkit dalam kondisi sudah sembuh.
Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah.
Ketika Yesus sudah pulang bersama murid-murid-Nya, bertanyalah mereka: "Mengapa tadi kami tidak dapat mengusir roh itu?"
Yesus berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Jenis setan ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa."
Kemudian pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."
Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali. Mereka tidak mengerti tapi tidak berani untuk bertanya apa arti perkataan itu pada Yesus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar