Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum, datanglah pemungut pajak Bait Allah kepada Petrus.
Ia bertanya: "Apakah gurumu tidak membayar pajak bait Allah sebesar dua dirham itu?"
Pemungut pajak bertanya seperti itu karena pada zaman itu ada pertentangan. Ada orang yang setuju untuk membayar pajak Bait Allah sesuai hukum Taurat, tetapi ada yang tidak setuju karena merasa kewajiban itu tidak sah lagi karena sudah banyak perubahan dari kondisi semula di zaman Musa, atau mereka adalah orang penting yang tidak perlu membayar.
Petrus menjawab: "Guru memang membayar pajak itu."
Ketika Petrus masuk rumah, Yesus sudah tahu apa yang terjadi antara Petrus dan pemungut pajak.
Yesus bertanya: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?"
Jawab Petrus: "Dari orang asing!"
Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi rakyat bebas dari kewajiban membayar pajak kepada rajanya sendiri."
Menurut perumpamaan itu, Yesus sebenarnya tidak wajib membayar pajak itu.
Yesus berkata lagi kepada Petrus: "Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya."
Petrus melakukan sesuai perintah Yesus lalu membayar pajak Bait Allah itu, 2 dirham untuk bagian Yesus dan 2 dirham untuk bagiannya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar