Jumat, 11 November 2022

#165 Yesus Gembala yang Baik (Yohanes 10)

Pada zaman Yesus, domba adalah hewan yang banyak dipelihara sebagai ternak. Saat malam, domba dikumpulkan dalam kandang, dan gembala biasa tidur di pintu kandang untuk melindungi domba-domba itu. 

Suatu kali, Yesus mengajar orang banyak menggunakan perumpamaan tentang gembala yang melambangkan Yesus dan domba-domba yang melambangkan umat-Nya. 

Yesus berkata:

"Siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

Penjaga pintu membukakan pintu untuk gembala dan domba-domba mendengarkan suara gembala itu, gembala memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Lalu gembala berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena domba-domba mengenal suara gembalanya."

Mendengar perumpamaan itu, orang banyak tidak mengerti apa artinya.

Maka Yesus menjelaskan bahwa yang dimaksud gembala adalah diri-Nya sendiri:

"Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, akan selamat dan menemukan padang rumput.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari. 

Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa. 

Bapa mengasihi Aku, karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.

Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri karena Aku berkuasa untuk itu. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."

Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan Yesus itu. 

Banyak di antara mereka berkata:
"Ia kerasukan setan dan gila; untuk apa mendengarkan Dia?" 

Yang lain berkata: "Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; apakah mungkin setan bisa menyembuhkan mata orang-orang buta?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar