Pada zaman Yesus, domba adalah hewan yang banyak dipelihara sebagai ternak. Saat malam, domba dikumpulkan dalam kandang, dan gembala biasa tidur di pintu kandang untuk melindungi domba-domba itu.
Suatu kali, Yesus mengajar orang banyak menggunakan perumpamaan tentang gembala yang melambangkan Yesus dan domba-domba yang melambangkan umat-Nya.
Yesus berkata:
"Siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
Penjaga pintu membukakan pintu untuk gembala dan domba-domba mendengarkan suara gembala itu, gembala memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Lalu gembala berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena domba-domba mengenal suara gembalanya."
Mendengar perumpamaan itu, orang banyak tidak mengerti apa artinya.
Maka Yesus menjelaskan bahwa yang dimaksud gembala adalah diri-Nya sendiri:
"Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, akan selamat dan menemukan padang rumput.
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari.
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa.
Bapa mengasihi Aku, karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri karena Aku berkuasa untuk itu. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan Yesus itu.
Banyak di antara mereka berkata:
"Ia kerasukan setan dan gila; untuk apa mendengarkan Dia?"
Yang lain berkata: "Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; apakah mungkin setan bisa menyembuhkan mata orang-orang buta?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar