Suatu kali waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
Pada masa itu orang Yahudi berpikir orang menjadi cacat sebagai akibat suatu dosa.
Murid-murid Yesus bertanya: "Guru, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia."
Lalu Yesus meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, kemudian mengoleskannya pada mata orang buta tadi
dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam."
Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah bisa melihat.
Mendengar apa yang terjadi tetangga-tetangga orang yang tadinya buta itu membawa orang itu kepada orang-orang Farisi.
Setelah orang-orang Farisi mendengar cerita orang yang tadinya buta itu, timbul pertentangan di antara mereka. Ada yang menganggap Yesus melawan Allah karena menyembuhkan orang buta itu pada hari Sabat, tapi ada yang menganggap kalau Yesus melawan Allah bagaimana bisa Allah mengizinkan terjadi mujizat seperti itu.
Maka mereka bertanya pada orang yang tadinya buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia?"
Jawab orang itu: "Ia adalah seorang nabi."
Tetapi orang-orang Yahudi itu masih tidak ingin mengakui Yesus adalah utusan Allah, sampai-sampai mereka memanggil orangtua orang yang tadinya buta itu.
Lalu mereka bertanya sekali lagi pada orang yang tadinya buta itu: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang yang menyembuhkanmu itu orang berdosa."
Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.
Kita tahu, bahwa yang Allah dengarkan adalah orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.
Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
Jika orang itu bisa melakukan mujizat ini, berarti Ia datang dari Allah."
Mendengar itu orang-orang Farisi marah dan mengusirnya pergi.
Yesus mendengar bahwa orang yang tadinya buta telah diusir ke luar. Kemudian Yesus bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi engkau sedang berbicara dengan Dia!"
Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah Yesus.
Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang buta dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang merasa dapat melihat, menyadari bahwa ia buta."
Yang dimaksud Yesus adalah buta dan melihat secara rohani. Mereka yang buta secara rohani akan dibuat melihat kebenaran, tetapi yang menganggap diri sudah baik dan tidak butuh pengampunan, dibuat menjadi sadar akan dosanya.
Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?"
Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu sadar kamu buta, kamu tidak berdosa. Tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar