Jumat, 25 November 2022

#167 Yesus Membangkitkan Lazarus (Yohanes 11)


Yesus mendapat kabar bahwa Lazarus sedang sakit. Lazarus adalah saudara Maria dan Marta, mereka tinggal di Betania, dekat Yerusalem, di daerah Yudea. 

Mendengar itu, Yesus berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah."

Dan Yesus sengaja tidak langsung pergi mengunjungi Lazarus. 

Setelah dua hari, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea. Lazarus telah tertidur, dan Aku mau ke sana untuk membangunkan dia."

Kata murid-murid pada Yesus: "Tuhan, jikalau ia tertidur, maka ia akan sembuh."

Tetapi Yesus berkata: "Lazarus sudah mati."

Murid-murid sebenarnya khawatir kembali ke Yudea karena baru-baru ini orang Yahudi menolak dan ingin melempari Yesus. Tetapi Tomas, berkata kepada teman-temannya: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Yesus."

Ketika Yesus tiba, Lazarus telah empat hari mati dan dikubur. Banyak orang Yahudi datang untuk menghibur Maria dan Marta. 

Marta menyambut Yesus dan berkata: "Tuhan, seandainya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."

Kata Marta: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."

Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah."

Dan sesudah berkata demikian Marta pergi memanggil saudaranya Maria. Maria pun segera pergi menemui Yesus. Orang-orang Yahudi itu pun mengikuti Maria.

Setibanya Maria di tempat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki Yesus dan berkata: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

Ketika Yesus melihat Maria menangis, Yesus terharu dan berkata:
"Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" 

Lalu Yesus pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.

Kata Yesus: "Angkat batu itu!"

Tetapi Marta berkata: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."

Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku.
Tetapi Aku mengatakannya dengan didengar orang banyak yang ada disini, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."

Dan sesudah berkata demikian, berserulah Yesus: "Lazarus, marilah ke luar!"

Lazarus yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh.

Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada Yesus.

Tetapi ada juga yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceritakan peristiwa itu kepada mereka.

Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul. Mereka takut karena semakin banyak orang yang percaya kepada Yesus dan bisa-bisa menimbulkan kekacauan yang mengancam keamanan tempat suci mereka. 

Tetapi Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Lebih berguna jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini mati."

Jadi mulai dari hari itu para imam dan orang Farisi sepakat untuk membunuh Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar