Minggu, 04 Desember 2022

[9] Kepercayaan Abraham Diuji (Kejadian 20-22)

Abraham dan Abimelekh

Abraham dan keluarganya berpindah tempat ke Gerar, wilayah orang Filistin, dan tinggal sebagai orang asing.
Raja penguasa Gerar bernama Abimelekh. Abimelekh hampir saja mengambil Sara sebagai istri karena Abraham yang sengaja menyembunyikan bahwa Sara sebenarnya adalah istrinya. Tetapi Allah campur tangan dan mencegah hal itu, sehingga Abimelekh mengembalikan Sara kepada Abraham dengan baik-baik. Abimelekh pun mempersilakan Abraham untuk tinggal di negerinya. Lama kelamaan, Abimelekh jadi sadar bahwa Abraham adalah orang yang disertai Allah. Lalu Abimelekh membuat perjanjian damai dengan Abraham. 

Kelahiran Ishak

TUHAN memperhatikan Sara, dan menepati janji-Nya kepada Sara. Sara mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tua mereka. Ketika itu Abraham sudah berumur 100 tahun dan Sara 90 tahun. 

Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang artinya 'tertawa'. 
Kemudian Abraham menyunat Ishak ketika berumur delapan hari, sesuai perintah Allah. 

Abraham Mengusir Hagar dan Ismael

Ishak semakin besar hingga tiba saatnya ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar untuk merayakannya.

Pada waktu itu Sara melihat, bahwa Ismael, anak Abraham yang dilahirkan Hagar hambanya, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.

Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."

Permintaan Sara ini membuat Abraham sangat kesal.

Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah kesal hatimu, tetapi haruslah engkau mendengarkan Sara, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
Tetapi keturunan dari Ismael, anak hambamu itu, juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena ia pun anakmu."
 
Keesokan harinya pagi-pagi Abraham menyuruh Hagar dan Ismael pergi dengan memberikan bekal roti serta air dalam wadah kirbat. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
 
Ketika air yang dibawa Hagar itu habis, Hagar menyerah karena tahu bahwa ia dan anaknya tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama di padang gurun tanpa air. Maka Hagar membuang Ismael ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati."

Hagar duduk di sana sambil menangis dengan suara keras.

Allah mendengar suara Ismael, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anakmu.
Bangunlah, angkatlah anakmu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."

Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga Hagar melihat sebuah sumur. Hagar pun pergi mengisi wadah kirbatnya dengan air, kemudian ia memberi Ismael minum.

Allah menyertai Ismael, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

Ismael tinggal di padang gurun Paran, dan Hagar mengambil seorang isteri dari tanah Mesir untuk menikah dengan Ismael.

Allah Meminta Abraham Mengorbankan Ishak

Setelah semuanya itu Allah bermaksud mencoba Abraham. 

Allah memanggil Abraham dan berfirman: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yaitu Ishak. Pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Keesokan paginya bangunlah Abraham, membawa keledainya, dua orang pelayannya, beserta Ishak, anaknya. Abraham juga menyiapkan kayu untuk korban bakaran, lalu berangkatlah rombongan Abraham ke tempat yang dikatakan Allah. 

Pada hari ketiga perjalanan, tempat tujuan mereka sudah terlihat dari jauh. Mulai dari situ Abraham meneruskan perjalanan dengan Ishak, sementara kedua pelayannya menunggu dengan keledai mereka. 

Abraham mengambil kayu bakar dan meletakkannya ke bahu Ishak untuk dibawa. Sementara itu Abraham membawa api dan pisau di tangannya. Mereka berdua lalu mulai berjalan bersama.

Dalam perjalanan, Ishak penasaran dan bertanya pada Abraham: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba yang akan dikorbankan sebagai korban bakaran itu?"

Jawab Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku."

Akhirnya sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu dan diikatnya Ishak anaknya. Lalu Abraham meletakkan Ishak di mezbah itu, di atas kayu api.

Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk mengambil nyawa Ishak. 
Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham" 

Jawab Abraham: "Ya Tuhan."

Malaikat itu berfirman: "Jangan menyakiti anakmu, sebab sekarang aku sudah tahu, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak ragu untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran menggantikan anaknya.

Lalu Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan". 

Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, 
kata-Nya: "Aku bersumpah, karena kamu tidak ragu untuk menyerahkan anakmu kepada-Ku, 
maka Aku akan memberkati engkau dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut. Melalui keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat." 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar