Jumat, 02 Desember 2022

#168 Yesus Menyembuhkan Pada Hari Sabat (Lukas 13-14)

Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."

Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga  perempuan itu bisa berdiri tegak. Ia pun memuliakan Allah.

Tetapi kepala rumah ibadat kesal dan menganggap Yesus melakukan pekerjaan sehingga melanggar kekudusan hari Sabat. 

Kepala rumah ibadat itu berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datang saja pada salah satu dari enam hari itu untuk disembuhkan, dan jangan pada hari Sabat."

Tetapi Yesus menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu juga melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

Setelah Yesus berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu. 

Dan orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan Yesus.

Pada suatu hari Sabat juga Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ.

Semua yang hadir mengawasi apa yang akan dilakukan Yesus, dan Yesus tahu hal itu.

Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan Yesus.

Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu: "Boleh menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?"

Mereka semua diam tidak menjawab.

Lalu Yesus memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya. Yesus pun menyuruh orang itu pergi.

Kemudian Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi: "Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?"

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu pun tidak sanggup membantah perkataan Yesus itu. Yesus menunjukkan bahwa tidak ada gunanya menaati hukum menguduskan hari Sabat tapi bukan didasari karena kasih kepada Allah dan kepada sesama manusia, apalagi hanya untuk menyombongkan diri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar