Suatu kali datanglah orang-orang membawa anak-anak kecil mereka kepada Yesus.
Melihat hal itu, murid-murid Yesus memarahi orang-orang itu.
Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti anak-anak inilah yang memiliki Kerajaan Allah.
Barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
Lalu Yesus memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas anak-anak itu, Yesus memberkati mereka.
Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang pemimpin muda berlari-lari mendapatkan Yesus. Ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.
Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup yang kekal, turutilah segala perintah Allah."
Orang itu bertanya: "Perintah yang mana?"
Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku, apa lagi yang masih kurang?"
Yesus memandang dia dengan kasih lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga. Kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
Mendengar perkataan Yesus itu, ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab ia sangat kaya dan banyak hartanya.
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Betapa susahnya orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Murid-murid menjadi gempar karena menurut pemahaman mereka, orang kaya tentu adalah orang yang banyak diberkati Allah. Mereka pun berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
Yesus berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi segala sesuatu mungkin bagi Allah."
Yesus mengajarkan bahwa untuk masuk ke Kerajaan Allah, manusia tidak bisa mengandalkan usahanya, kebaikannya, ataupun hartanya. Hanya Allah yang bisa memberikan keselamatan, dan orang yang masih membanggakan hal-hal yang mereka miliki di dunia justru akan sulit untuk berserah kepada Allah untuk menerima karunia keselamatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar