Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"
Kata Yesus: "Pada waktu penciptaan kembali, kamu yang telah mengikut Aku akan duduk juga di atas takhta bersama Anak Manusia untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, keluarganya, dan hartanya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal."
Murid-murid Yesus memiliki kebanggan karena mereka yang paling dekat dengan Yesus, sehingga mereka merasa memiliki hak yang lebih di Kerajaan Sorga. Untuk menyadarkan murid-murid agar kebanggaan itu jangan menjadi kesombongan, Yesus menceritakan perumpamaan ini.
"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang mengupah pekerja untuk kebun anggurnya.
Pagi-pagi benar sang tuan keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
Ia dan para pekerja sepakat dengan upah satu dinar sehari, lalu tuan itu menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
Kira-kira pukul sembilan pagi sang tuan keluar lagi dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan aku akan memberi upah yang pantas. Dan merekapun pergi. Hal yang sama terjadi lagi, sang tuan keluar lagi pada jam 12 siang, jam tiga sore, dan jam lima sore, dan menyuruh orang-orang yang menganggur untuk bekerja di kebun anggurnya.
Malam hari, tiba waktunya pembagian upah atas kerja mereka hari itu.
Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima sore dan hanya bekerja sebentar, dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
Kemudian datanglah mereka yang masuk sebelumnya, yakni jam 3 sore, jam 12 siang, jam 9 pagi, dan pagi-pagi sekali. Mereka mengira akan mendapat lebih banyak, tetapi ternyata mereka pun sama, masing-masing menerima satu dinar.
Mereka pun mengeluh kepada tuan itu,
katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau memberi upah mereka sama dengan kami yang seharian bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
Tetapi tuan itu menjawab: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat satu dinar sehari?
Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau engkau jadi iri hati, karena aku murah hati?"
Yesus berkata: "Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."
Maksud perumpamaan Yesus adalah, keselamatan untuk masuk Kerajaan Sorga adalah pemberian Allah kepada manusia, yang sebenarnya manusia tidak ada yang layak menerimanya. Allah sebagai pemilik bebas mengaruniakan kasih-Nya kepada siapapun, tidak peduli orang itu sudah lama bertobat dan banyak jasanya ataupun baru bertobat sebentar. Orang percaya seharusnya fokus mensyukuri karunia Tuhan dan bukan membanggakan diri atau merendahkan orang lain, karena keselamatan dari Tuhan itu saja sudah tak ternilai harganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar