Jumat, 07 April 2023

#185 Perumpamaan tentang Penggarap Kebun Anggur (Matius 21, Markus 12, Lukas 20)

Yesus menceritakan suatu perumpamaan lagi untuk menegur para pemuka agama Yahudi. 

Demikian bunyi perumpamaan itu: adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan membangunnya hingga siap digunakan. 

Kemudian tuan tanah menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain dalam waktu yang agak lama. Penggarap adalah orang yang akan menanam dan merawat tanaman anggur di kebun milik tuan tanah itu. Ketika panen, hasilnya akan dibagi, tuan tanah mendapat bagian karena ia yang menyediakan modal berupa tanah, sedangkan penggarap mendapat bagian karena mereka yang bekerja. 

Ketika hampir tiba musim petik, tuan tanah itu menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk meminta hasil yang menjadi bagiannya sebagai pemilik tanah.

Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hamba tuan tanah itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.

Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama hamba-hamba sebelumnya. 

Akhirnya tuan tanah menyuruh anaknya kepada mereka, pikirnya: pasti para penggarap akan segan dan hormat kepada Anakku.

Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anak tuan tanah itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.

Maka para penggarap menangkap anak tuan tanah lalu membunuhnya.

Yesus berkata: "Apabila tuan tanah kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu? Tuan tanah itu tentu akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."

Yesus berkata lagi: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk."

Inilah arti perumpamaan Yesus:

Tuan tanah melambangkan Allah Bapa. Penggarap-penggarap itu melambangkan para pemuka agama Yahudi yang dipercayakan melayani umat Tuhan, bangsa Israel. Hamba-hamba di awal yang dianiaya para penggarap adalah nabi-nabi yang setia pada Tuhan namun malah ditolak oleh bangsa Israel. Anak tuan tanah adalah Yesus yang ingin dibunuh oleh para pemuka Yahudi. 

Melalui perumpamaan ini, Yesus menggambarkan sikap para pemuka agama Yahudi yang sangat tidak pantas karena menolak Yesus demi mempertahankan kepentingan mereka, padahal Yesus adalah Anak Allah. 

Pada akhirnya, Kerajaan Allah akan diambil dari umat Israel yang menolak Yesus dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah. Terhadap gereja Tuhan yaitu umat yang percaya, Yesus akan menjadi batu penjuru, tetapi terhadap umat Israel yang menolak-Nya, Yesus akan menjadi batu yang membuat mereka hancur dan remuk. 

Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan Yesus, mereka mengerti maksud perumpamaan Yesus.

Mereka sangat marah dan berusaha untuk menangkap Yesus, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Yesus sebagai nabi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar