Yudas Iskariot adalah salah satu dari duabelas murid Yesus. Tetapi ia sudah mengkhianati Yesus, dengan cara membantu para imam dan orang-orang Yahudi menangkap Yesus di taman Getsemani.
Malam itu juga Yesus diadili di hadapan Mahkamah Agama. Keesokan harinya ketika sudah mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul, dan mereka mengambil keputusan bahwa Yesus harus dihukum mati. Mereka membelenggu Yesus, lalu membawa Yesus untuk diserahkan pada Pilatus, wali negeri di sana.
Pada waktu Yudas melihat bahwa telah diputuskan Yesus akan segera dijatuhi hukuman mati, Yudas merasa sangat menyesal. Yudas mendatangi para imam dan tua-tua bangsa Yahudi untuk mengembalikan uang tiga puluh perak, yaitu imbalan yang dia dapat karena menyerahkan Yesus.
Yudas berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah."
Tetapi para imam dan tua-tua bangsa Yahudi itu tidak peduli pada kata-kata Yudas. Mereka menjawab: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
Mendengar itu, Yudas melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu ia pergi dari situ dan menggantung dirinya.
Sementara itu, imam-imam kepala mengambil uang perak yang ditinggalkan Yudas dan berkata: "Uang ini tidak boleh masuk ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah."
Sesudah berunding, imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi membeli tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk dengan uang itu. Tanah itu dijadikan tanah kuburan orang asing dan kemudian mendapat sebutan "Tanah Darah".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar