Sore hari itu, Yesus telah mati di atas kayu salib.
Menjelang malam datanglah orang kaya, anggota Majelis Besar, bernama Yusuf orang Arimatea. Ia telah menjadi murid Yesus juga dan menantikan Kerajaan Allah.
Yusuf pergi menghadap Pilatus dan meminta tubuh Yesus supaya ia dapat menguburkannya.
Pilatus pun mengabulkannya dan tubuh Yesus diberikan kepada Yusuf.
Juga Nikodemus, orang Farisi yang sudah menerima ajaran Yesus, datang dan membawa campuran minyak mur dan minyak gaharu.
Mereka mengambil tubuh Yesus, membungkusnya dengan kain kapan lenan putih bersih, lalu membubuhinya dengan rempah-rempah sesuai adat orang Yahudi.
Tubuh Yesus pun dibaringkan di dalam kubur milik Yusuf yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu. Sebuah batu besar digulingkan untuk menutup pintu kubur itu.
Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan.
Keesokan harinya, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus,
dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa Yesus sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.
Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; supaya murid-murid-Nya jangan mencuri tubuh-Nya, lalu seolah-olah mengatakan kepada rakyat bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Sebab kalau itu terjadi rakyat akan semakin percaya pada Yesus yang sesat itu."
Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya."
Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka menyegel kubur itu dan menjaganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar