Sabtu, 03 Februari 2024

#225 Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 4-5)

Kumpulan orang-orang yang telah percaya pada Yesus, hidup dengan sehati dan sejiwa. 

Mereka, yaitu jemaat, menganggap bahwa segala harta atau kepunyaan mereka bukan lagi milik sendiri, tetapi milik bersama, sehingga tidak ada seorangpun yang kekurangan. 

Banyak dari antara jemaat yang mempunyai tanah atau rumah, menjual tanah atau rumah mereka itu, lalu uang hasil penjualan itu dibawa di depan kaki rasul-rasul; untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang memerlukan. 

Yusuf, atau yang biasa dipanggil Barnabas, seorang suku Lewi dari Siprus, melakukan hal yang sama. Barnabas menjual ladang miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. 

Sementara itu ada seorang jemaat lain yang bernama Ananias, dan istrinya yang bernama Safira. Mereka juga menjual sebidang tanah milik mereka.

Tetapi Ananias bersepakat dengan Safira untuk menahan sebagian dari hasil penjualan untuk mereka sendiri.

Maka Ananias membawa sebagian uang penjualan tanah itu dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul dengan sikap seolah-olah uang itu adalah seluruh hasil penjualan tanahnya.

Tetapi Petrus yang memiliki kuasa Roh Kudus tahu kebohongan Ananias.

Petrus berkata: "Ananias, mengapa engkau membohongi Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
Selama tanah itu tidak dijual, bukankah tanah itu tetap milikmu?
Dan setelah tanah itu dijual, bukankah hasilnya itu tetap milikmu?

Untuk apa engkau memberi uang penjualan tanah, kalau dengan mengatakan kebohongan? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."

Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan ia langsung meninggal saat itu juga.

Lalu datanglah beberapa orang muda, mereka membawa dan menguburkan Ananias. 

Kira-kira tiga jam kemudian masuklah Safira isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. 

Petrus bertanya kepada Safira apakah memang sekian uang yang dipersembahkan di hadapan rasul-rasul memang merupakan seluruh hasil penjualan tanah. 

Kata Petrus pada Safira: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?"

Safira pun menjawab dengan kebohongan yang sama dengan Ananias: "Betul sekian."

Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?

Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu. Mereka akan mengusung engkau juga ke luar."

Lalu rebahlah Safira seketika itu juga di depan kaki Petrus dan meninggal saat itu juga. Orang-orang muda pun masuk, lalu membawa Safira menguburnya di samping suaminya Ananias. 

Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar