Sabtu, 04 Mei 2024

#237 Petrus Dilepaskan dari Penjara (Kisah Para Rasul 12)

Kira-kira pada waktu itu raja Herodes Agripa, mulai bertindak dengan keras terhadap para pengikut Yesus, yang dibenci oleh pemuka agama Yahudi. Tujuannya adalah supaya Herodes sebagai penguasa wilayah dari Roma mendapat dukungan orang Yahudi atas kebijakannya yang berpihak pada Roma. 

Herodes menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, salah satu dari 12 rasul, dengan pedang. 

Ketika Herodes melihat, bahwa dengan menghukum mati Yakobus ia menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus.

Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi sehingga banyak orang Yahudi sedang berada di Yerusalem.

Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakan Petrus di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. 

Herodes berencana setelah hari raya Paskah ia akan menyidang dan menghukum Petrus di depan orang banyak.  

Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah. 

Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai.

Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berjaga di depan pintu.

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, kata malaikat itu: "Bangunlah segera!" 

Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. 

Lalu malaikat itu menyuruh Petrus berpakaian dan menyuruhnya mengikuti malaikat itu.

Petrus mengikuti malaikat itu ke luar tapi ia mengira ia sedang melihat suatu penglihatan saja, dan kejadian itu tidak nyata. 

Setelah malaikat dan Petrus melalui tempat penjagaan pertama dan tempat penjagaan kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota.

Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, malaikat dan Petrus berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan Petrus. 

Dan setelah sadar, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku bahwa Tuhan benar-benar telah menyuruh malaikat-Nya untuk menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan rencana orang Yahudi."

Setelah berpikir sebentar, pergilah Petrus ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak jemaat berkumpul dan berdoa.

Ketika Petrus mengetuk pintu gerbang, datanglah seorang hamba perempuan bernama Rode untuk mengetahui siapa yang mengetuk itu.

Rode mengenal suara Petrus, tetapi karena senang ia tidak membuka pintu gerbang itu dan segera masuk ke dalam untuk memberitahukan, bahwa Petrus ada di depan pintu gerbang.

Kata jemaat lain kepada Rode: "Engkau mengigau." 

Akan tetapi Rode tetap mengatakan, bahwa benar-benar ada Petrus. Tetapi jemaat lain berkata: "Itu bukan Petrus tapi malaikatnya."

Tetapi Petrus terus-menerus mengetuk dan ketika akhirnya mereka membuka pintu dan melihat Petrus, mereka sangat kaget.

Tetapi Petrus memberi isyarat dengan tangannya, supaya mereka diam, lalu ia menceritakan bagaimana Tuhan membawanya ke luar dari penjara.

Kata Petrus kepada orang-orang di rumah itu: "Beritahukanlah hal ini kepada Yakobus dan saudara-saudara kita." 

Lalu Petrus keluar dan pergi ke tempat lain. 

Pada keesokan harinya gemparlah prajurit-prajurit itu karena Petrus lolos dari penjagaan mereka. Mereka bertanya-tanya apakah yang telah terjadi dengan Petrus.

Herodes menyuruh mencari Petrus, tetapi ia tidak ditemukan. 

Lalu Herodes menyuruh memeriksa pengawal-pengawal itu dan menghukum mati mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar