Rabu, 17 Juli 2024

[13] Yakub Mendapat Nama Israel (Kejadian 31-36)

Perjanjian Yakub dengan Laban

Baru tiga hari kemudian Laban tahu Yakub dan keluarganya telah lari dari rumahnya.

Maka Laban dan orang-orangnya mengejar Yakub dan berhasil menyusulnya di pegunungan Gilead. Tetapi Allah berkata pada Laban dalam mimpi agar Laban tidak berbuat jahat pada Yakub.

Ketika Laban sampai kepada Yakub, Laban marah dan bertanya: "Mengapa kamu pergi diam-diam? Dan kenapa kamu mencuri patung dewaku?"

Yakub menjawab: "Aku pergi diam-diam karena takut engkau akan merebut keluargaku. Tetapi mengenai patung dewamu itu, jika engkau menemukan orang disini yang mencurinya, biarlah ia dihukum mati."

Yakub berkata demikian karena ia tidak tahu bahwa Rahel yang mencuri terafim atau patung dewa itu.

Lalu Laban memeriksa kemah Yakub dan keluarganya, tetapi ia tidak menemukan terafim itu. Sebenarnya Rahel yang menyembunyikan terafim itu di pelana untanya dan mendudukinya. Tapi Rahel beralasan bahwa ia sedang haid sehingga tidak dapat bangun.

Ketika Yakub melihat bahwa terafim itu tidak ditemukan, ia menjadi marah dan kecewa karena selama ini Yakub merasa sudah bekerja dengan baik dan berlaku jujur pada Laban.

Maka Laban menjawab Yakub: "Marilah kita mengadakan perjanjian damai antara aku dan engkau."

Yakub dan sanak saudaranya mengumpulkan batu dan menyusunnya menjadi batu peringatan. Laban dan Yakub membuat perjanjian bahwa Yakub akan menjaga anak-anak Laban yang sudah menjadi istrinya, juga antara Yakub dan Laban tidak akan berniat jahat satu sama lain.

Lalu Yakub mempersembahkan korban sembelihan di gunung itu dan mengundang makan sanak saudaranya.

Pagi harinya Laban memberi cium perpisahan pada anak-anak dan cucu-cucunya, memberkati mereka, lalu Laban Laban pulang ke tempat tinggalnya.

Yakub Bersiap untuk Bertemu dengan Esau

Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemu dengan malaikat-malaikat bala tentara Allah. Yakub menamai tempat itu Mahanaim. 

Sesudah itu Yakub menyuruh beberapa utusan untuk berjalan mendahului dia ke negeri Edom untuk menemui Esau. 

Ketika utusan itu kembali, mereka mengabari Yakub bahwa Esau sedang dalam perjalanan menemui Yakub diiringi empat ratus orang. 

Mendengar itu, Yakub menjadi takut. Lalu ia membagi orang-orangnya dan ternaknya menjadi dua kelompok untuk berjaga-jaga. Kalau Esau menyerang kelompok yang pertama, maka kelompok kedua mungkin sempat menyelamatkan diri.

Yakub juga berdoa kepada Allah supaya Allah melepaskan dirinya dari tangan Esau. 

Setelah bermalam di situ, Yakub mengambil sebagian dari binatang ternaknya untuk dihadiahkan kepada Esau supaya Esau tidak marah lagi kepadanya. 

Dibagi-baginya binatang-binatang itu menjadi beberapa kelompok lalu masing-masing diserahkan pada seorang hambanya. Ia menyuruh hamba-hambanya berjalan duluan dan menjaga jarak satu kelompok dengan kelompok lainnya. Ketika sudah bertemu Esau, Yakub menyuruh hamba-hambanya menyerahkan pemberian itu untuk Esau dan menyampaikan bahwa Yakub sedang datang menyusul. 

Jadi Yakub mengirimkan lebih dahulu persembahan itu, sedangkan Yakub sendiri bermalam di perkemahan. 

Yakub Bergumul dengan Allah

Kemudian malam itu Yakub bangun dan membawa keluarga, anak-anak, dan segala miliknya untuk menyeberang sungai Yabok. Yakub menyuruh keluarga dan segala miliknya berjalan duluan ke arah Esau. 

Jadi tinggallah Yakub hanya seorang diri. 

Maka datanglah seorang laki-laki yang bergumul dengan Yakub sampai menjelang pagi. 

Ketika orang itu merasa ia tidak akan menang dalam pergumulan itu, ia memukul Yakub pada pinggulnya, sampai sendi pinggul itu terkilir.

Lalu orang itu berkata: "Lepaskan aku, sebentar lagi matahari terbit."

Jawab Yakub: "Engkau tidak boleh pergi sebelum memberkati aku."

Bertanyalah orang itu: "Siapakah namamu?" 

Yakub menjawab: "Yakub." 

Maka orang itu berkata: "Namamu bukan lagi Yakub, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan dengan manusia, dan engkau menang. Karena itu namamu menjadi Israel."

Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." 

Tetapi orang itu berkata bahwa Yakub tidak perlu bertanya siapa namanya. Dan orang itu pun memberkati Yakub. 

Kemudian Yakub berkata: "Aku telah bertemu muka dengan Allah, tetapi aku masih hidup!" Karena itu tempat itu dinamakan Pniel

Lalu matahari pun terbit dan Yakub meninggalkan Pniel; dan Yakub pincang karena sendi pinggulnya terkilir.


Yakub Berdamai dengan Esau

Yakub melihat Esau datang dengan empat ratus orangnya.

Maka Yakub mengatur barisan istri dan anak-anaknya. Yakub berjalan di depan mereka semua, dan sambil mendekati Esau, ia sujud sampai tujuh kali.

Tetapi Esau berlari, lalu memeluk dan mencium Yakub. Esau dan Yakub pun lalu bertangis-tangisan.

Yakub juga memperkenalkan istri-istri dan anak-anaknya pada Esau. 

Yakub juga menjelaskan pemberian yang telah duluan bertemu dengan Esau adalah untuk mendapat kasih Esau.

Awalnya Esau tidak mau menerimanya karena Esau juga sudah punya banyak harta, tetapi Yakub membujuk Esau supaya menerima pemberian itu. 

Esau mengajak Yakub untuk pergi bersama-sama ke tempat Esau di Edom, tetapi Yakub beralasan bahwa rombongannya tidak bisa berjalan cepat-cepat jadi Yakub menyuruh Esau pergi duluan dan Yakub akan menyusul. 

Jadi pulanglah Esau pada hari itu ke Edom. 

Tetapi Yakub tidak melanjutkan perjalanan ke Edom melainkan ke Sukot. Yakub mendirikan rumah bagi dirinya dan tempat berteduh bagi ternaknya.

Yakub di Sikhem

Setelah menempuh perjalanan mulai dari rumah Laban di Padan-Aram, akhirnya sampailah Yakub dengan selamat ke Sikhem, di tanah Kanaan, lalu ia berkemah di sebelah timur kota itu. 

Kemudian tanah tempat kemahnya dibeli Yakub dari keluarga Hemor, bapa Sikhem, dengan harga seratus kesita.

Kemudian Yakub mendirikan mezbah di situ dan menamakannya: "Allah Israel ialah Allah." 

Tetapi ketika Yakub ada di tempat itu, terjadi suatu masalah. Karena Dina, anak perempuan Yakub dan Lea, diculik dan dilecehkan oleh Sikhem, anak Hemor, raja wilayah itu.

Kejadian itu membuat anak-anak laki-laki Yakub, saudara Dina, menjadi sangat marah.

Anak-anak Yakub menipu Sikhem dan ayahnya Hemor dengan berpura-pura mengizinkan Dina menikah dengan Sikhem, dan juga menerima ajakan Hemor untuk saling kawin campur dengan rakyatnya. Syaratnya, semua laki-laki di kota itu harus disunat.

Tetapi setelah semua warga kota itu disunat dan masih luka, Simeon dan Lewi, saudara kandung Dina, membunuh semua laki-laki di kota itu termasuk Hemor dan Sikhem. Mereka mengambil Dina dari rumah Sikhem dan pergi. Sementara anak-anak Yakub yang lain merampok ternak dan barang-barang berharga di kota itu.

Apa yang dilakukan anak-anak Yakub ini membuat Yakub marah, karena mereka adalah pendatang dan perbuatan mereka membuat orang Kanaan dan orang Feris jadi membenci mereka.

Yakub di Betel

Suatu hari Allah memerintahkan Yakub untuk pergi ke Betel dan mendirikan mezbah bagi-Nya.

Yakub pun mengajak keluarganya dan para pekerjanya untuk pergi ke Betel untuk mendirikan mezbah bagi Allah. Yakub juga menyuruh keluarga dan orang-orangnya untuk membuang patung dewa-dewa asing, melakukan upacara pembersihan diri, dan mengganti pakaian mereka.

Maka Yakub menerima semua patung dewa asing dan anting-anting dari orang-orang di rombongannya, lalu Yakub menanam semuanya di bawah pohon besar dekat kota Sikhem.

Pada waktu Yakub dan rombongan keluarga dan pekerjanya berangkat, Allah melindungi Yakub sehingga tidak dikejar oleh penduduk kota-kota sekitar.

Lalu sampailah Yakub di Betel dan mendirikan mezbah kepada Allah dan ia menamai tempat itu "El-Betel", karena Allah telah menampakkan diri kepada Yakub ketika dulu Yakub lari dari Esau dan meninggalkan rumahnya dalam keadaan tidak punya apa-apa.

Allah juga memberkati Yakub di Betel. Allah berkata bahwa nama Yakub bukan lagi Yakub tetapi Israel. Yakub diberkati dan akan beranak cucu yang banyak, dan memiliki keturunan bangsa-bangsa dan raja-raja. Allah juga akan memberikan negeri yang diberikan pada Abraham dan Ishak, kepada keturunan Yakub.

Setelah itu Allah meninggalkan Yakub. Yakub pun membuat batu peringatan di tempat Allah bicara padanya, dan menuangkan anggur dan minyak zaitun di batu itu. Yakub menamai tempat itu "Betel". 

Rahel dan Ishak meninggal

Sesudah itu Yakub dan rombongannya meninggalkan Betel. Sebelum sampai Efrata, Rahel meninggal ketika melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu diberi nama Benyamin.

Rahel dikuburkan di sisi jalan yang menuju Efrata, yang sekarang bernama Betlehem. Yakub mendirikan sebuah batu peringatan di kuburan Rahel.

Yakub meneruskan perjalanannya, lalu memasang kemahnya di seberang Migdal-Eder.

Lalu Yakub berjalan lagi dan sampailah Yakub kepada Ishak, ayahnya, di tempat tinggal Ishak dan Abraham di Mamre yang sekarang disebut Hebron.

Pada usia yang sudah tua, yaitu 180 tahun, Ishak meninggal. Maka Esau dan Yakub, anak-anaknya, menguburkan Ishak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar