Sabtu, 13 Juli 2024

#247 Paulus ke Makedonia (Kisah Para Rasul 16)

Paulus, Silas, dan Timotius melintasi daerah Frigia dan Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.

Dan setibanya di daerah Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.

Setelah melintasi Misia, Paulus dan teman-temannya sampai di Kota Troas.

Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri dan berseru kepada Paulus, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"

Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah Paulus dan teman-temannya mencari kesempatan untuk berangkat ke daerah Makedonia, karena dari penglihatan itu mereka tahu, bahwa Allah telah memanggil mereka untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. Mulai dari situ, seorang tabib bernama Lukas juga bergabung bersama Paulus, Silas, dan Timotius. 

Maka Paulus dan teman-temannya berangkat dari Troas dan langsung berlayar ke Pulau Samotrake, dan keesokan harinya tibalah mereka di pelabuhan Neapolis; dan
dari situ mereka ke Filipi. 

Filipi adalah sebuah kota penting di daerah Makedonia, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu Paulus dan teman-temannya tinggal beberapa hari.

Pada hari Sabat Paulus dan teman-temannya pergi ke luar pintu gerbang kota. Mereka menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi. Setelah duduk, Paulus dan teman-temannya berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. 

Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Lidia adalah seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 

Sesudah itu Lidia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya. Lalu Lidia mengajak Paulus dan teman-temannya menumpang di rumahnya, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." 

Lidia mendesak Paulus dan teman-temannya sampai mereka menerimanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar