Setelah beberapa hari lamanya Paulus tinggal Antiokhia di Siria, Paulus berangkat lagi untuk memulai perjalanan misi yang ketiga.
Paulus mulai menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid di kota-kota yang sudah ia kunjungi para perjalanan misi yang pertama dan kedua.
Sementara Paulus sedang menjelajahi wilayah Galatia dan Frigia, dan akan menuju Efesus, ada seorang Yahudi bernama Apolos yang berasal dari Aleksandria datang juga ke Efesus.
Sebelumnya, Akwila dan Priskila telah ditinggalkan Paulus di Efesus untuk melayani di sana.
Apolos sangat pintar berbicara dan sangat menguasai soal-soal Kitab Suci.
Apolos juga telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat dan berani Apolos mengajar tentang Yesus di rumah ibadat. Tetapi dalam pengajarannya Apolos hanya mengetahui baptisan Yohanes, belum mengetahui tentang baptisan Roh Kudus.
Setelah Priskila dan Akwila mendengar pengajaran Apolos, mereka membawa Apolos ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan Jalan Allah kepada Apolos, termasuk tentang baptisan Roh Kudus.
Setelah itu Apolos bermaksud menyeberang ke Akhaya untuk mengajar di sana juga. Maka jemaat di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di wilayah Akhaya, supaya mereka menyambut Apolos.
Setibanya di Akhaya, oleh kasih karunia Allah, Apolos menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya.
Sebab Apolos dengan gigih membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar