Sabtu, 17 Agustus 2024

#252 Paulus di Korintus (Kisah Para Rasul 18)

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.

Di Korintus Paulus bertemu dengan seorang Yahudi bernama Akwila yang berasal dari Pontus. Akwila baru datang dari Italia dengan istrinya yang bernama Priskila, karena kaisar Klaudius memerintahkan semua orang Yahudi meninggalkan Roma. 

Paulus tinggal di rumah Akwila dan Priskila dan melakukan pekerjaan bersama-sama dengan mereka yaitu sebagai tukang kemah.

Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.

Setelah beberapa waktu Paulus di Korintus, akhirnya Silas dan Timotius datang dari Makedonia menyusul Paulus di Korintus. Maka, Paulus dapat lebih fokus memberitakan firman. Paulus memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.

Tetapi orang-orang Yahudi itu memusuhi Paulus dan menghujat. Maka Paulus mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada orang-orang Yahudi itu: "Biarlah kamu yang menanggung hukuman atas kesalahanmu sendiri. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."

Maka keluarlah ia dari rumah ibadat, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat.

Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat, malah menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya. Banyak juga orang-orang Korintus lainnya yang mendengarkan pemberitaan Paulus, juga menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis. 

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!
Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini."

Maka tinggallah Paulus di Korintus selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka. 

Selagi Paulus tinggal dan mengajar di Korintus, orang-orang Yahudi mengangkat kepala rumah ibadat baru yaitu Sostenes. 

Gubernur Provinsi Akhaya pun berganti menjadi Galio. Maka orang-orang Yahudi yang menentang Injil bangkit bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan.

Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat."

Tetapi Paulus hendak mulai berbicara untuk menjawab, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai pelanggaran hukum, tentu aku bisa menerima perkaramu, 

tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang hukum agama yang berlaku di antara kamu, maka hendaknya kamu sendiri yang mengurusnya; aku tidak mau menjadi hakim atas masalah itu."

Maka Galio mengusir mereka semua dari ruang pengadilan.

Mengetahui usaha mereka menghukum Paulus gagal, orang-orang Yahudi itu memukuli Sostenes, kepala rumah ibadat itu, di depan pengadilan. Meskipun demikian Galio sama sekali tidak peduli.

Lalu Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Sesudah itu Paulus berpamitan kepada jemaat Korintus. 

Dari Korintus, Paulus mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila ikut menyertai Paulus. 

Lalu sampailah Paulus, Priskila, dan Akwila di Efesus. Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di Efesus untuk membantu pelayanan jemaat Efesus. 

Paulus sendiri masuk ke rumah ibadat dan berbicara dengan orang-orang Yahudi. 

Orang-orang Efesus meminta agar Paulus tinggal lebih lama di situ, tetapi Paulus tidak mengabulkannya namun ia berjanji akan datang lagi jika Allah menghendakinya. 

Maka Paulus berangkat dari Efesus ke Kaisaera. Dari Kaisarea Paulus pergi ke Yerusalem dan memberi salam kepada jemaat, lalu kembali lagi ke Antiokhia di Siria. Kembalinya Paulus ke Antiokhia menandai selesainya perjalanan misi Paulus yang kedua. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar