Yusuf Dibenci Saudara-saudaranya
Saat ini Yakub, atau nama lainnya Israel, sudah tinggal di tanah Kanaan. Ia memiliki 12 orang anak laki-laki.
Yusuf adalah anak laki-laki Yakub yang kesebelas. Ketika Yusuf berumur 17 tahun, ia biasa menggembalakan kambing domba bersama saudara-saudaranya. Tetapi Yusuf sering mengadukan kesalahan saudara-saudaranya kepada ayahnya.
Yusuf menjadi anak kesayangan Yakub karena Yusuf lahir pada masa tua Yakub. Maka Yakub menyuruh membuatkan jubah maha indah untuk Yusuf.
Melihat Yakub yang lebih mengasihi Yusuf, saudara-saudara Yusuf mulai membenci Yusuf.
Suatu hari, Yusuf bermimpi dan ia menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Dalam mimpi Yusuf, mereka semua sedang mengikat gandum di ladang, tapi berkas gandum Yusuf berdiri tegak sementara berkas gandum saudara-saudaranya sujud menyembah berkas gandum Yusuf.
Mimpi Yusuf itu membuat saudara-saudaranya makin marah dan benci pada Yusuf. Saudara-saudara Yusuf menganggap mimpi Yusuf bermakna Yusuf ingin berkuasa atas mereka, dan mereka tidak menerima hal itu.
Lalu Yusuf bermimpi lagi bahwa matahari, bulan, dan sebelas bintang sujud menyembahnya.
Mendengar mimpi Yusuf, Yakub sampai menegur Yusuf dan berkata, "Masakan aku, ibumu, dan saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu?"
Juga saudara-saudara Yusuf semakin iri dan marah kepada Yusuf.
Yusuf Dijual oleh Saudara-saudaranya
Suatu waktu, Yusuf disuruh ayahnya Yakub untuk melihat keadaan saudara-saudaranya yang sedang menggembalakan domba di dekat Sikhem. Ketika sudah sampai di Sikhem, Yusuf mendapat kabar bahwa saudara-saudaranya ternyata sudah pergi ke Dotan. Maka Yusuf menyusul ke Dotan.
Ketika saudara-saudaranya melihat Yusuf datang dari jauh, mereka langsung membuat rencana untuk mencelakai Yusuf. Awalnya mereka mau membunuh Yusuf, tapi Ruben kakak Yusuf melarang Yusuf untuk dibunuh karena nantinya Ruben bermaksud akan melepaskan Yusuf. Akhirnya mereka sepakat untuk melempar Yusuf ke dalam sumur.
Ketika Yusuf sampai pada mereka, saudara-saudara Yusuf langsung melepas jubah maha indah Yusuf lalu melemparkan Yusuf ke dalam sebuah sumur kosong.
Ketika saudara-saudara Yusuf sedang makan, lewatlah rombongan pedagang, yaitu saudagar-saudagar Midian, orang Ismael, yang sedang membawa barang-barang dagangan menuju ke Mesir.
Yehuda, kakak Yusuf, mengusulkan agar Yusuf dijual saja kepada pedagang itu dan saudara-saudara Yusuf yang lain pun setuju. Maka Yusuf dijual seharga 20 syikal perak dan dibawa oleh pedagang itu ke Mesir.
Ketika Ruben kembali ke sumur itu untuk menolong Yusuf, ia melihat Yusuf sudah tidak ada. Maka Ruben mengoyakkan bajunya karena sedih. Ruben mendatangi saudara-saudaranya dan berkata: "Yusuf sudah tidak ada, apa yang harus kulakukan?"
Lalu saudara-saudara Yusuf membuat seolah Yusuf sudah mati karena diserang binatang buas. Mereka mencelupkan jubah Yusuf ke darah kambing lalu menyuruh orang mengantar jubah itu kepada Yakub.
Yakub melihat jubah yang berdarah itu dan mengira itu adalah darah Yusuf yang sudah diserang binatang buas dan mati. Yakub berkata: "Ini jubah Yusuf anakku; pasti binatang buas telah memakan Yusuf."
Yakub sangat sedih, ia menangis dan berkabung berhari-hari lamanya.
Sementara itu, Yusuf dibawa oleh pedagang Midian ke Mesir dan dijual kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, yaitu kepala pengawal raja.
Yusuf di Rumah Potifar
Di Mesir, Yusuf bekerja di rumah Potifar, pegawai istana Firaun, yaitu kepala pengawal raja, yang sudah membeli Yusuf dari pedagang orang Ismael itu.
Tuhan menyertai Yusuf sehingga Yusuf selalu berhasil dalam pekerjaannya.
Melihat pekerjaan Yusuf yang selalu berhasil, Potifar memberikan kepercayaan lebih lagi kepada Yusuf.
Yusuf diberikan kuasa atas rumah dan segala usaha milik Potifar. Sejak Yusuf mengurus rumah dan semua usaha milik Potifar, Tuhan memberkati Potifar sehingga rumah dan usaha milik Potifar semakin berkembang.
Potifar sangat percaya pada Yusuf yang mengerjakan segala sesuatu, sampai Potifar tidak mengatur apapun selain makanannya sendiri.
Selain sukses dalam bekerja, Yusuf juga baik sikapnya dan juga elok parasnya. Akibatnya istri Potifar jatuh hati pada Yusuf.
Istri Potifar pun menggoda Yusuf tapi Yusuf menolaknya karena ia tidak mau mengkhianati kepercayaan Potifar dan tidak mau berdosa pada Allah.
Tapi istri Potifar terus membujuk Yusuf dari hari ke hari. Sampai suatu ketika, ketika tidak ada orang di rumah, istri Potifar menggoda Yusuf dengan menarik baju Yusuf. Tapi Yusuf langsung lari meninggalkan bajunya di tangan istri Potifar. Istri Potifar pun kesal dan memanggil semua orang lalu berkata untuk memfitnah Yusuf, "Lihat, orang Ibrani ini mau mendekati aku untuk berbuat tidak pantas kepadaku."
Ketika Potifar pulang, istri Potifar mengadukan Yusuf dan memfitnah bahwa Yusuf ingin berbuat tidak pantas, sambil menunjukkan baju Yusuf sebagai bukti.
Mendengar pengaduan istrinya, Potifar sangat marah dan ia memasukkan Yusuf ke penjara tempat para tahanan raja.
Tetapi di penjara Tuhan tetap menyertai Yusuf dan membuat Yusuf selalu berhasil juga dalam pekerjaannya. Kepala penjara jadi sangat menyayangi Yusuf. Kepala penjara mempercayakan semua tahanan dan semua pekerjaan di penjara itu kepada Yusuf, hingga ia tidak perlu lagi mencampuri pekerjaan Yusuf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar