Rabu, 05 Februari 2025

[15] Yusuf Menjadi Penguasa Mesir (Kejadian 40-41)

Yusuf Mengartikan Mimpi Juru Minum dan Juru Roti

Setelah beberapa waktu Yusuf di dalam penjara, ada dua pelayan Firaun, raja Mesir yang berbuat kesalahan. Raja Firaun marah dan memasukkan mereka ke dalam penjara di rumah kepala pengawal raja, tempat Yusuf ditahan. Dua orang itu adalah juru minuman dan juru roti Raja Firaun.

Kepala pengawal raja menempatkan Yusuf bersama-sama dengan juru minuman dan juru roti untuk melayani mereka.

Pada suatu malam, juru minuman dan juru roti itu masing-masing bermimpi. 

Ketika Yusuf datang kepada mereka keesokan paginya, mereka kelihatan sedang bersusah hati.

Lalu Yusuf bertanya pada juru roti dan juru minuman: "Mengapa Saudara-saudara begitu cemas hari ini?"

Jawab mereka: "Tadi malam kami mimpi, dan tidak ada yang tahu artinya." 

Kata Yusuf, "Hanya Allah yang memungkinkan orang menerangkan arti mimpi. Coba ceritakan mimpimu itu."

Juru minuman yang pertama bercerita. Ia berkata: "Dalam mimpi itu aku melihat ada pohon anggur di depanku. Pohon itu bercabang tiga. Baru saja cabang-cabangnya mulai bertunas, segera bunga-bunganya berkembang, lalu buahnya menjadi matang. Pada waktu itu aku sedang memegang gelas minuman Firaun, jadi aku mengambil buah anggur itu dan aku peras ke dalam gelas raja, lalu kuhidangkan kepada raja."

Yusuf pun berkata: "Inilah arti mimpi itu: Tiga cabang artinya tiga hari. Dalam tiga hari ini raja akan membebaskan engkau, ia akan mengampuni engkau dan mengembalikan engkau kepada jabatanmu yang dahulu. Engkau akan menghidangkan gelas minuman kepada raja seperti dahulu."

Lalu Yusuf menitipkan pesan juga karena ia tahu juru minuman akan segera keluar dari penjara. Yusuf berkata: "Tetapi ingatlah kepadaku apabila keadaanmu sudah baik. Tolong sampaikan persoalan saya kepada raja, supaya saya dibebaskan dari penjara ini. Sebab, sebetulnya dulu saya diculik dari negeri orang Ibrani dan di sini pun, di Mesir ini, tidak pernah saya melakukan sesuatu kejahatan sampai harus dimasukkan ke dalam penjara."

Setelah juru roti mendengar bahwa arti mimpi juru minuman itu baik, maka dia pun menceritakan mimpinya pada Yusuf. 

Juru roti itu berkata: "Saya bermimpi juga, saya menjunjung tiga buah keranjang roti di atas kepala. Dalam keranjang terdapat macam-macam roti untuk raja, tetapi burung-burung datang memakan roti-roti itu."

Jawab Yusuf: "Inilah arti mimpi itu: Tiga keranjang itu artinya tiga hari. Dalam tiga hari ini raja akan menghukum engkau dengan hukuman mati, engkau akan tergantung tinggi dan tubuhmu akan dimakan burung-burung."

Tiga hari setelah Yusuf mengartikan mimpi juru minuman dan juru roti, diperingati hari ulang tahun Firaun, raja Mesir. Raja mengadakan pesta besar bagi semua pegawainya.

Maka raja memerintahkan supaya juru minuman dan juru roti dikeluarkan dari penjara dan dibawa ke hadapan semua pegawai istana.

Juru minuman dikembalikan raja kepada jabatan yang dahulu. Tetapi juru roti dihukum mati oleh raja.

Semuanya itu terjadi sesuai dengan apa yang dikatakan Yusuf ketika mengartikan mimpi juru minuman dan juru roti.

Tetapi sayangnya, sekalipun juru minuman sudah bebas dari penjara dan kembali melayani raja, ia tidak ingat lagi kepada Yusuf. Ia sama sekali lupa padanya dan tidak ingat bahwa Yusuf pernah meminta tolong untuk menjelaskan pada raja bahwa Yusuf tidak bersalah.

Yusuf Mengartikan Mimpi Firaun, Raja Mesir

Dua tahun setelah Yusuf mengartikan mimpi juru minuman, ternyata Firaun, raja Mesir juga bermimpi.

Karena mimpinya sangat aneh dan ia tidak mengerti artinya pagi harinya raja merasa gelisah.

Karena itu raja memerintahkan untuk memanggil semua tukang sihir dan orang berilmu di Mesir. Raja pun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi tidak seorang pun dapat mengartikan mimpi itu.

Tiba-tiba juru minuman mengingat peristiwa ketika ia bermimpi dan diartikan oleh Yusuf dua tahun yang lalu.

Juru minuman lalu berkata kepada raja, "Hari ini hamba harus mengaku kesalahan hamba. Dahulu Baginda raja marah kepada juru roti dan kepada hamba, lalu kami dimasukkan ke dalam penjara, di rumah kepala pengawal istana. 

Pada suatu malam kami berdua bermimpi dan tidak mengerti artinya. Tapi ada seorang pemuda Ibrani dikurung di sana dengan kami. Dia pelayan kepala pengawal istana itu. Kami menceritakan mimpi kami kepadanya, lalu ia bisa memberitahu arti mimpi itu.

Ternyata semuanya tepat terjadi seperti dikatakan pemuda itu, yaitu: Baginda raja mengembalikan hamba kepada jabatan hamba semula, tetapi menghukum mati juru roti itu."

Maka raja menyuruh memanggil Yusuf, dan dengan segera ia dikeluarkan dari penjara. Setelah Yusuf bercukur dan berganti pakaian, ia menghadap raja.

Raja berkata kepada Yusuf: "Aku telah bermimpi, dan tak seorang pun dapat mengartikan mimpiku. Ada yang mengabarkan kepadaku bahwa engkau dapat menerangkan mimpi."

Yusuf menjawab, "Bukan hamba, melainkan Allah yang akan memberikan penjelasan terhadap mimpi itu."

Lalu raja mulai menceritakan mimpinya. Awalnya, ia sedang berdiri di tepi Sungai Nil.

Raja melihat tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk dan baik rupanya, keluar dari sungai itu lalu mulai makan rumput di tepi sungai Nil. Kemudian, tujuh sapi yang lain muncul juga, tetapi sapi-sapi yang muncul kemudian ini sangat kurus dan buruk rupa.

Sapi-sapi yang kurus itu berdiri di samping sapi-sapi yang gemuk, di tepi sungai Nil. Tiba-tiba, sapi-sapi yang kurus memakan sapi-sapi yang gemuk. 

Setelah itu raja bangun dari tidurnya. Kemudian ketika ia tidur lagi, ternyata ia bermimpi lagi. 

Dalam mimpinya raja melihat tujuh bulir gandum yang berisi dan baik rupanya tumbuh pada satu tangkai. Kemudian tumbuh juga tujuh bulir gandum yang lain, yang kurus kering dan layu oleh angin gurun.

Tiba-tiba bulir-bulir gandum yang kurus itu menelan ketujuh bulir yang berisi tadi. 

Setelah itu raja terbangun lagi dan sadar bahwa ia telah bermimpi.

Raja berkata pada Yusuf: "Telah kuceritakan kedua mimpiku itu kepada para tukang sihir, tetapi tak seorang pun dapat menerangkan artinya."

Lalu kata Yusuf kepada raja, "Kedua mimpi itu sama artinya; Allah telah memberitahukan kepada Tuanku apa yang akan dilakukannya. Tujuh sapi yang gemuk itu ialah tujuh tahun, dan tujuh bulir gandum yang berisi itu ialah tujuh tahun juga; keduanya sama artinya. 

Tujuh sapi yang kurus, yang muncul kemudian, serta tujuh bulir gandum yang kurus dan kurus kering itu ialah masa kelaparan selama tujuh tahun.

Sebagaimana telah hamba katakan kepada Tuanku, Allah telah memperlihatkan kepada Tuanku apa yang akan dilakukannya. Nanti akan datang tujuh tahun masa penuh kemakmuran dan kelimpahan makanan di seluruh negeri Mesir. Tetapi setelah itu akan datang tujuh tahun kelaparan, sampai-sampai masa kelimpahan yang terjadi sebelumnya itu akan dilupakan sama sekali, karena masa kelaparan itu akan sangat dahsyat sehingga negeri ini menjadi tandus.

Mimpi Tuanku terjadi dua kali, itu berarti bahwa hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan bahwa Allah akan melaksanakannya dengan segera. 

Karena itu, sebaiknya Tuanku memilih seorang yang cerdas dan bijaksana dan memberinya kuasa untuk mengatur negeri ini. Tuanku harus pula mengangkat pegawai-pegawai lainnya, dan memberi mereka kuasa untuk memungut seperlima dari semua panen gandum selama tujuh tahun masa kelimpahan itu. Gandum-gandum dari masa kelimpahan itu harus disimpan di kota-kota sebagai persediaan makanan. Sehingga ketika ada tujuh tahun masa kelaparan yang datang di Mesir, masih ada gandum dari persediaan yang sudah disimpan sebelumnya. Dengan demikian rakyat Mesir tidak akan mati kelaparan."

Yusuf Diangkat Menjadi Penguasa Mesir

Mendengar penjelasan tentang arti mimpi raja dan solusi yang disarankan Yusuf, raja dan para pegawainya menyetujui rencana Yusuf itu.

Lalu raja berkata kepada para pegawainya: "Tidak mungkin kita mendapatkan orang lain yang lebih cocok melakukan rencana itu daripada Yusuf, sebab ia dipimpin oleh Roh Allah."

Maka raja berkata kepada Yusuf, "Allah telah memberitahukan semua ini kepadamu, jadi jelaslah bahwa engkau lebih cerdas dan bijaksana dari siapa pun juga. Engkau akan kuangkat menjadi penguasa, dan seluruh rakyatku harus mentaati perintahmu. Hanya aku sajalah yang lebih berkuasa daripadamu di negeri ini."

Setelah itu raja membuka cincin yang berukiran materai kerajaan, lalu memakaikannya ke jari Yusuf sambil berkata: "Dengan ini engkau kuangkat menjadi penguasa atas seluruh Mesir." 

Kemudian dikenakan raja pada Yusuf sebuah jubah linen yang halus, dan dikalungkan raja pada leher Yusuf sebuah kalung emas.

Lalu raja juga memberikan kepada Yusuf kereta kerajaan yang kedua untuk kendaraan Yusuf, juga pengawal kehormatan raja berjalan di depan kereta itu sambil berseru-seru, "Beri hormat!"

Raja berkata kepada Yusuf: "Akulah raja, dan aku mengumumkan bahwa tanpa izinmu tidak seorang pun di seluruh Mesir boleh melakukan apa-apa."

Raja juga memberikan sebuah nama Mesir kepada Yusuf, yaitu Zafnat-Paaneah. Raja juga memberikan seorang istri kepada Yusuf yang bernama Asnat. Asnat adalah anak dari Potifera, yaitu seorang imam di kota On. 

Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia mulai bekerja untuk raja Mesir. Maka berangkatlah Yusuf dari istana raja dan pergi mengelilingi seluruh negeri. 

Dalam masa tujuh tahun kemakmuran, tanah menghasilkan panen yang berlimpah-limpah. 

Gandum itu dikumpulkan oleh Yusuf lalu disimpannya di kota-kota. Dalam setiap kota ia menyimpan gandum hasil ladang-ladang di sekitar kota itu. 

Gandum yang dikumpulkannya itu begitu banyak sehingga Yusuf berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung karena terlalu banyak.

Sebelum tiba masa kelaparan, Asnat istri Yusuf melahirkan dua anak laki-laki.

Ketika anak pertamanya lahir, Yusuf berkata: "Allah telah membuat aku lupa kepada segala penderitaanku dan kepada keluarga ayahku." Karena itu Yusuf menamai anaknya yang pertama "Manasye".

Ketika anak keduanya lahir, Yusuf berkata: "Allah telah memberikan anak-anak kepadaku dalam masa kesukaranku." Karena itu lalu Yusuf menamai anaknya yang kedua itu "Efraim".

Tanpa terasa, tujuh tahun masa kelimpahan di negeri Mesir telah berakhir. Maka datanglah tujuh tahun masa kelaparan, tepat seperti yang telah dikatakan Yusuf. Di seluruh dunia terjadi kelaparan, tetapi hanya di Mesir ada persediaan makanan.

Ketika rakyat Mesir mulai menderita kelaparan, mereka meminta makanan kepada raja. Lalu raja menyuruh mereka pergi kepada Yusuf dan melakukan segala apa yang akan diperintahkan Yusuf kepada mereka.

Ketika kelaparan itu menjadi makin hebat dan menyebar di seluruh negeri, Yusuf membuka semua gudang dan menjual gandum kepada orang Mesir. Selain dari Mesir, ternyata dari seluruh dunia juga orang-orang datang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, karena kelaparan itu sungguh dahsyat terjadi di mana-mana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar