Sabtu, 07 Maret 2026

[24] Bangsa Israel Membuat Kemah Suci (Keluaran 35-40)

Persiapan Membuat Kemah Suci

Musa menyampaikan kepada bangsa Israel perintah Tuhan Allah di atas gunung Sinai, yaitu bangsa Israel harus membuat Kemah Suci dan segala perlengkapannya, juga pakaian para imam. Kemah Suci akan menjadi pusat kegiatan ibadah bangsa Israel dan tempat mereka bertemu dengan Allah. Sedangkan imam akan menjadi perwakilan bangsa Israel ketika beribadah kepada Allah.

Musa memberitahu bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat Kemah Suci dan perlengkapannya kepada bangsa Israel. Maka bangsa Israel mengumpulkan bahan-bahan itu kepada Musa sebagai persembahan bagi Tuhan.

Musa juga memanggil orang-orang yang memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam membuat kemah, perkakas, dan pakaian imam untuk ikut serta dalam pekerjaan ini. Sebagai pemimpin para pekerja, Tuhan memilih Bezaleel bin Huri bin Hur dari suku Yehuda dan Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan. Tuhan sudah memberi Roh-Nya, juga memperlengkapi mereka dengan kebijaksanaan dan kemampuan untuk mengajarkan keahlian mereka kepada para pekerja lainnya. Kepada semua pekerja yang ikut serta, Tuhan juga memberi keahlian dan kemampuan dalam bidang masing-masing. Ada yang ahli menempa logam, membuat peralatan kayu, memasang batu permata, juga menenun kain.


Pekerjaan Membuat Kemah Suci dan Pakaian Imam Selesai

Bezaleel, Aholiab, dan para pekerja pun menyelesaikan pekerjaan mereka tepat seperti perintah Tuhan melalui Musa.

Mereka membuat:

-Kemah

-Tabut perjanjian, tempat menyimpan dua lempeng batu yang bertuliskan hukum Allah

-Meja roti sajian

-Tiang lampu pelita

-Mezbah dupa untuk pembakaran wewangian

-Mezbah korban bakaran

-Bejana pembasuhan

-Pagar pembatas pelataran

-Juga: pakaian imam

Setelah pembuatannya selesai, Kemah Suci didirikan dan perlengkapannya disusun. Peristiwa itu terjadi pada hari pertama bulan pertama, pada tahun kedua setelah bangsa Israel keluar dari Mesir. Harun dan anak-anaknya pun diurapi sebagai imam.

Kemudian awan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci. Musa tidak bisa masuk selama kemuliaan Tuhan masih memenuhi kemah itu.

Sepanjang perjalanan bangsa Israel, setiap kali awan Tuhan naik dari atas kemah suci, bangsa Israel akan berangkat melanjutkan perjalanan mereka. Selama awan Tuhan tidak naik dari kemah, bangsa Israel akan tetap tinggal di tempat mereka berkemah. Awan Tuhan berdiam di atas kemah itu pada siang hari dan berubah menjadi api pada malam hari. Sehingga kehadiran Allah dapat terlihat setiap saat oleh seluruh bangsa Israel sepanjang perjalanan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar