Musa menyampaikan kepada bangsa Israel perintah Tuhan Allah di atas gunung Sinai, yaitu bangsa Israel harus membuat Kemah Suci dan segala perlengkapannya, juga pakaian para imam. Kemah Suci akan menjadi pusat kegiatan ibadah bangsa Israel dan tempat mereka bertemu dengan Allah, dan imam akan menjadi perwakilan bangsa Israel ketika beribadah kepada Allah.
Musa menyampaikan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat Kemah Suci dan perlengkapannya, lalu bangsa Israel mengumpulkan bahan-bahan itu kepada Musa sebagai persembahan bagi Tuhan.
Musa juga memanggil orang-orang yang memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam membuat kemah, perkakas, dan pakaian imam untuk ikut serta dalam pekerjaan ini. Sebagai pemimpin para pekerja, Tuhan memilih Bezaleel bin Huri bin Hur dari suku Yehuda dan Aholiab bin Ahisama dari suku Dan. Tuhan sudah memberi Roh-Nya, juga memperlengkapi mereka dengan kebijaksanaan dan kemampuan untuk mengajarkan keahlian mereka kepada para pekerja lainnya. Kepada semua pekerja yang ikut serta, Tuhan juga memberi keahlian dan kemampuan dalam bidang masing-masing. Ada yang ahli menempa logam, membuat peralatan kayu, memasang batu permata, juga menenun kain.
Bezaleel, Aholiab, dan para pekerja pun menyelesaikan pekerjaan mereka tepat seperti perintah Tuhan melalui Musa.
Kemah Suci
Tabut perjanjian
Meja roti sajian
Tiang pelita
Mezbah dupa
Mezbah korban
Bejana pembasuhan
Pagar
Pakaian imam
Setelah pembuatannya selesai, Kemah Suci didirikan dan perlengkapannya disusun pada hari pertama bulan pertama tahun kedua setelah bangsa Israel keluar dari Mesir. Harun dan anak-anaknya pun diurapi sebagai imam.
Kemudian awan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci. Musa tidak bisa masuk selama kemuliaan Tuhan masih memenuhi kemah itu.
Sepanjang perjalanan bangsa Israel, setiap kali awan itu naik dari atas kemah suci, bangsa Israel akan berangkat melanjutkan perjalanan mereka. Selama awan itu tidak naik dari kemah, mereka tetap tinggal di tempat mereka berkemah. Awan Tuhan berdiam di atas kemah itu pada siang hari dan berubah menjadi api pada malam hari, sehingga dapat terlihat setiap saat oleh seluruh bangsa Israel sepanjang perjalanan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar