Jumat, 05 Maret 2021

#84 Nabi Yehezkiel Dipanggil Tuhan (Yehezkiel 1-11)

Yehezkiel Dipanggil Menjadi Nabi Tuhan

Yehezkiel adalah seorang imam yang hidup di Yerusalem pada masa penyerangan Kerajaan Yehuda oleh bangsa Babel. Yehezkiel bersama sekitar 10 ribu penduduk Yehuda dibuang ke Babel pada masa pemerintahan Raja Yoyakhin di Yerusalem.

Pada tahun ke-5 masa pembuangan, ketika Yehezkiel berada di tepi sungai Kebar di Babel bersama dengan para buangan Yehuda lainnya, Yehezkiel mendapat penglihatan dari Tuhan.

Yehezkiel melihat ada angin yang membawa awan besar dan ada sosok seperti manusia yang bersinar duduk di atas sebuah takhta. Takhta itu berada di atas sebuah bentangan cakrawala yang ditopang oleh 4 makhluk bersayap yang masing-masing memiliki 4 wajah dan ada 4 roda di dekat makhluk-makhluk itu. 4 makhluk itu adalah kerub, yaitu makhluk surgawi.

Yehezkiel menyadari bahwa yang ia lihat adalah gambar kemuliaan Tuhan, dan Yehezkiel sujud menyembah.

Tuhan memanggil Yehezkiel untuk menyampaikan perkataan Tuhan kepada Israel yang merupakan bangsa pemberontak. Sebagai simbol Yehezkiel menerima firman Tuhan, Yehezkiel disuruh memakan gulungan kitab yang diberikan oleh Tuhan.

Tuhan berjanji akan menguatkan hati Yehezkiel sekalipun bangsa Israel tidak mau mendengarkan Yehezkiel karena mereka keras kepala.

Nubuat Yehezkiel Kepada Israel dan Yehuda

Tuhan menyuruh Yehezkiel melakukan peragaan untuk memberitahu malapetaka yang akan terjadi.

Yehezkiel harus membuat kota dari ukiran batu lalu membuat tembok pengepungan di sekelilingnya, kemudian ia harus berbaring miring selama jumlah hari yang ditentukan Tuhan (390 hari untuk Israel dan 40 hari untuk Yehuda - 1 hari melambangkan 1 tahun hukuman). Selama waktu itu Yehezkiel harus makan sedikit saja yaitu roti yang dibakar di atas kotoran dan minum sedikit saja. Arti dari peragaan itu adalah kota Yerusalem akan dikepung dan kekurangan makanan dan minuman.

Yehezkiel juga 
harus memotong rambutnya lalu dibagi 3 bagian yang melambangkan 3 hukuman:

  • Rambut yang dibakar (melambangkan penyakit sampar dan kelaparan)
  • Rambut yang ditetak dengan pedang (melambangkan kekalahan oleh pedang)
  • Rambut yang dihamburkan ke angin (melambangkan penghamburan ke mana-mana)

Penglihatan Yehezkiel Tentang Kondisi Yerusalem

Pada tahun yang keenam, roh Yehezkiel dibawa ke Yerusalem. Di sana Yehezkiel melihat kejahatan yang dilakukan oleh bangsa Yehuda. 

Yehezkiel melihat mereka menyembah berhala di Bait Allah, bahkan para tua-tua pemimpin bangsa juga ikut di dalamnya. 

Lalu Yehezkiel melihat Tuhan menghukum orang-orang fasik dan para pemimpin yang melakukan ketidakadilan.

Yehezkiel juga melihat takhta kemuliaan Allah dibawa kerub yang menopangnya pergi meninggalkan Bait Suci, bahkan kemudian pergi meninggalkan Yerusalem sama sekali.

Setelah rohnya kembali, Yehezkiel pun menceritakan penglihatannya kepada orang-orang buangan yang bersamanya.

Yehezkiel juga menyampaikan janji pembaharuan Israel, yaitu Tuhan akan mengumpulkan bangsa Israel yang tersisa dan tersebar di antara bangsa-bangsa. Mereka akan memiliki hati yang baru, yaitu hati yang taat melakukan perintah Tuhan. Pada saat itu mereka akan menjadi umat Tuhan dan Tuhan akan menjadi Allah mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar