Yudas 1
Surat Yudas ditulis oleh Yudas saudara Yakobus.Yudas memberi nasihat agar jemaat berjuang mempertahankan iman mereka karena ada orang yang menyusup di tengah-tengah mereka sebenarnya adalah guru-guru palsu.
Guru-guru palsu ini adalah mereka yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Wahyu 1-6
Kitab Wahyu berisi penglihatan dari Yesus Kristus kepada Yohanes, tentang apa yang akan terjadi.Yohanes mengalami penglihatan di pulau Patmos.
Yohanes menulis pesan kepada tujuh jemaat di Asia Kecil.
Kepada jemaat-jemaat, Yohanes memberikan pujian atas kelebihan mereka, teguran atas kekurangan mereka, dan nasihat akan apa yang harusnya mereka lakukan:
- Jemaat di Efesus:
- Dipuji karena: tekun dan sabar menderita
- Ditegur karena: telah meninggalkan kasih yang mula-mula
- Nasihat: bertobat dan kembali pada kasih yang mula-mula
- Jemaat di Smirna:
- Dipuji karena: sabar dengan hidup yang susah dan miskin
- Nasihat: jangan takut terhadap penderitaan
- Jemaat di Pergamus:
- Dipuji karena: setia pada Yesus dalam penganiayaan
- Ditegur karena: ada orang yang sesat dan menyembah berhala
- Nasihat: bertobat
- Jemaat di Tiatira:
- Dipuji karena: kasih, iman, pelayanan, dan ketekunan
- Ditegur karena: ada orang yang sesat dan menyembah berhala
- Nasihat: jangan terpengaruh pada yang sesat dan tetap setia pada Yesus
- Jemaat di Sardis:
- Ditegur karena: sebagian besar jemaatnya hanya pura-pura dan tidak sungguh-sungguh
- Nasihat: bertobat
- Jemaat di Filadelfia:
- Dipuji karena: menuruti firman Tuhan dan tidak menyangkal Tuhan
- Ditegur karena: beberapa orang menjadi jemaat iblis
- Nasihat: mereka yang taat harus tetap berpegang
- Jemaat di Laodikia:
- Ditegur karena: suam-suam kuku (artinya ikut Tuhan tapi tidak semangat)
- Nasihat: bertobat
Yohanes menceritakan penglihatannya:
Penglihatan kedua puluh empat tua-tua dan keempat binatang
Ada Seorang yang duduk di atas takhta di sorga.
Dia dikelilingi dua puluh empat tua-tua dan empat makhluk.
Makhluk-makhluk itu mempersembahkan pujian kepada Allah, dan dua puluh empat tua-tua tersungkur di hadapan Dia yang di atas takhta, melemparkan mahkotanya dan memuji-muji Dia.
Penglihatan Kitab yang dimeterai dan Anak Domba
Di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta ada gulungan kitab yang dimeterai.
Tidak ada seorangpun di sorga dan di bumi yang dapat membukanya.
Datanglah Anak Domba, dan hanya ialah yang bisa membuka meterai kitab itu.
Dua puluh empat tua-tua dan empat makhluk pun tersungkur dan memuji-muji Anak Domba itu.
Anak Domba itu membuka meterai satu persatu dari meterai pertama hingga meterai keenam.
Ketika meterai keenam dibuka, terjadilah gempa bumi, matahari menjadi hitam, dan bulan menjadi merah bagaikan darah, bintang-bintang berjatuhan dan langit menyusut, dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar