Sabtu, 27 Februari 2021

#83 Kesusahan Sekarang dan Harapan Masa Depan (Ratapan 1-5)

Kitab Ratapan berisi puisi-puisi yang dipercaya ditulis oleh Nabi Yeremia. Ratapan artinya adalah "tangisan yang disertai ucapan yang menyedihkan".

Setelah Yerusalem runtuh, penulis menyatakan kesedihannya melihat keadaan kota yang dulunya indah dan ramai, sekarang sudah sepi ditinggalkan penduduknya. Hal ini terjadi karena Yerusalem telah sangat berdosa kepada Tuhan sehingga Tuhan mengizinkan musuh untuk mendudukinya.

Akan tetapi, ada penghiburan dalam kesengsaraan itu. Meskipun merasakan penderitaan, penulis ratapan tetap berharap kepada Tuhan dengan berkata:
"Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Mu!"

Penulis ratapan percaya Tuhan adalah baik bagi yang berharap kepada-Nya, dan baiknya kita menanti dengan diam pertolongan Tuhan.

Yang seharusnya membuat kita mengeluh bukanlah keadaan, melainkan bila kita banyak dosa. Karena itu penulis ratapan mengajak kita untuk menyelidiki hidup kita dan berpaling kepada Tuhan.

Pada bagian terakhir kitab Ratapan, penulis berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan tidak meninggalkan bangsa Yehuda dan memulihkan keadaan mereka seperti sediakala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar