Sabtu, 14 Mei 2022

#141 Yesus Adalah Roti Hidup (Yohanes 6)

Keesokkan harinya, orang banyak yang masih tinggal di seberang danau berangkat ke Kapernaum dengan perahu untuk mencari Yesus.
Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang danau itu, mereka berkata kepada-Nya: "Guru, kapan guru sampai di sini?"

Yesus menjawab orang banyak itu: "Sesungguhnya kalian mencari Aku, bukan karena telah melihat tanda-tanda, melainkan karena telah makan roti dan menjadi kenyang.

Bekerjalah, bukan untuk mendapat makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu. Sebab Anak Manusia sudah disahkan oleh Allah Bapa dengan meterai-Nya."

Demikianlah Yesus berkesempatan mengajar tentang roti hidup di rumah ibadat di Kapernaum. 

Kata orang banyak kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan Allah?"

Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
Nenek moyang kami saja telah mendapat roti dari sorga yaitu manna di padang gurun seperti tertulis di kitab suci."

Maka kata Yesus kepada mereka: "Sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."

Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu setiap hari."

Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Sesungguhnya kamu telah melihat Aku, tapi kamu tidak percaya.
Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak-Nya dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Yesus yang menyebut diri-Nya  roti yang telah turun dari sorga, karena mereka mengenal ayah dan ibu Yesus, yang merupakan orang biasa di tengah-tengah mereka. 

Lalu jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut.
Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Para leluhur kalian telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan demi kehidupan dunia adalah daging-Ku."

Orang-orang Yahudi berdebat antara sesama mereka karena mereka bingung: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."

Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia."

Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya."

Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Yesus. 

Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"

Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; 
dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah." 

Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis." Yang dimaksud Yesus dengan Iblis adalah Yudas Iskariot, sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, untuk disalibkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar