Stefanus, satu dari tujuh orang yang dipilih untuk melayani kebutuhan jemaat, adalah murid Yesus yang penuh dengan karunia dan kuasa Roh Kudus.
Stefanus mengadakan banyak mujizat di antara orang banyak. Tetapi datanglah beberapa orang Yahudi yang tidak percaya pada Yesus dari berbagai daerah, lalu mengajak Stefanus berdebat. Tetapi orang-orang Yahudi ini kalah dari Stefanus dalam berdebat karena Stefanus memiliki hikmat dari Roh Kudus.
Karena kesal, orang-orang Yahudi ini menghasut beberapa orang supaya memfitnah Stefanus dengan mengatakan bahwa Stefanus sudah menghujat Musa dan menghujat Allah. Maka Stefanus ditangkap oleh tua-tua Yahudi dan ahli-ahli Taurat, lalu dibawa ke pengadilan Mahkamah Agama.
Di hadapan Mahkamah Agama, orang-orang Yahudi mendatangkan saksi-saksi palsu yang mengatakan bahwa Stefanus menghina tempat kudus dan hukum Taurat, karena Stefanus mengatakan bahwa Yesus akan merobohkan Bait Allah dan mengubah adat istiadat yang diwariskan Musa.
Mendengar itu, orang-orang di sidang Mahkamah Agama memandang Stefanus, dan waktu itu muka Stefanus kelihatan seperti muka malaikat.
Imam Besar pun bertanya pada Stefanus: "Benarkah kau mengatakan semua yang dituduhkan saksi-saksi ini?"
Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah!
Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, dan berjanji memberikat berkat kepada keturunan Abraham.
Allah menepati janji-Nya dan terus memberkati dan menyertai keturunan Abraham leluhur kita, mulai dari Ishak, Yakub yang menjadi bapa bangsa Israel, bahkan hingga Yusuf dan Musa.
Tetapi nenek moyang kita bangsa Israel, dari dulu selalu melawan dan tidak taat kepada Allah.
Allah memberi hukum pada Musa lalu mengajarkannya pada bangsa Israel, lalu Allah memimpin bangsa Israel membangun Kemah Suci yang megah. Beberapa generasi setelah itu, Raja Daud ingin membangun Bait Allah tetapi akhirnya anaknya, Raja Salomo, yang membangun Bait Allah.
Tetapi Allah yang membuat dunia tidak tinggal di dalam bangunan buatan tangan manusia, seperti yang dikatakan oleh nabi: langit adalah tahta Allah dan bumi adalah tumpuan kaki Allah.
Allah terus mengutus para nabi untuk membuat bangsa Israel bertobat, tetapi kamu sama seperti nenek moyangmu yang keras kepala dan melawan Roh Kudus. Nenek moyangmu telah menganiaya dan membunuh nabi-nabi yang memberitakan kedatangan Mesias, dan kamu telah mengkhianati dan membunuh Mesias yang sudah datang itu.
Kamu sudah menerima hukum Taurat, tetapi tidak menurutinya."
Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semua perkataan Stefanus, sangat tertusuk hati mereka dan mereka sangat marah.
Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan berkata: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah."
Maka berteriak-teriaklah orang-orang Yahudi itu dan menyerang Stefanus. Mereka menyeret Stefanus ke luar kota untuk melempari Stefanus.
Lalu saksi-saksi itu meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.
Ketika orang sedang melempari Stefanus dengan batu, Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
Sambil berlutut Stefanus pun berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!"
Dan dengan perkataan itu Stefanus pun meninggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar