Setelah Stefanus dihukum mati oleh para pemuka agama Yahudi, jemaat menguburkan Stefanus dengan hati yang sangat sedih.
Para pemuka agama Yahudi tidak puas hanya dengan membuat Stefanus mati secara tidak adil, mereka juga sepakat memulai penyiksaan terhadap jemaat pengikut Yesus di Yerusalem.
Saulus adalah salah satu pemuka agama Yahudi, yaitu termasuk golongan orang Farisi. Ia lahir di Tarsus dan dibesarkan di Yerusalem, dan dididik di bawah pimpinan Gamaliel, seorang guru ahli Taurat yang sangat terkenal dan dihormati. Karena itu Saulus sangat menguasai hukum Yahudi dan kitab Taurat.
Saulus hadir dan melihat sendiri ketika Stefanus dihukum mati. Saulus setuju dan merasa bahwa Stefanus memang layak untuk mati dibunuh. Setelah Stefanus mati, Saulus mengambil peran penting dalam gerakan penganiayaan jemaat di Yerusalem.
Saulus memasuki rumah demi rumah pengikut Yesus dan menyeret laki-laki dan perempuan keluar, dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Bahkan Saulus setuju kalau mereka sampai dihukum mati juga.
Karena penganiayaan itu, jemaat pengikut Yesus yang mencari tempat aman menjadi tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria, kecuali rasul-rasul yang tetap di Yerusalem. Tetapi murid-murid Yesus yang terpaksa mengungsi ke daerah baru itu masih saja memberitakan Injil dimanapun mereka berada, sehingga semakin banyaklah orang yang mendengar tentang Yesus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar