Sabtu, 10 Agustus 2024

#251 Paulus di Atena (Kisah Para Rasul 17)

Setelah meninggalkan Berea, Paulus sampai di Atena. 

Atena adalah kota yang luar biasa sebagai pusat budaya, filsafat, dan pendidikan Yunani. Penduduk Atena juga terkenal menyembah banyak dewa. 

Paulus sangat sedih melihat kota Atena yang penuh dengan patung-patung berhala.

Di rumah ibadat di Atena Paulus bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah. 

Selain di rumah ibadah Yahudi, Paulus juga berdiskusi di tempat umum setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ.

Paulus memberitakan Injil tentang Yesus dan kebangkitan-Nya dan didengar juga oleh orang-orang pintar dari golongan filsafat Epikuros dan Stoa yang terkemuka saat itu. 

Orang-orang itu menganggap Paulus memberitakan ajaran dewa asing yang baru lagi, sehingga mereka ingin Paulus berbicara di sidang Aeropagus. 

Aeropagus adalah tempat orang-orang Atena yang terpelajar untuk berkumpul membahas gagasan, persoalan, atau memutuskan suatu perkara. 

Maka Paulus pergi dan berdiri di atas Areopagus lalu berkata: 

"Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa kamu beribadah kepada dewa-dewa.

Ketika aku berjalan-jalan aku melihat orang-orang kota ini mempersembahkan korban di mezbah yang bertuliskan: Kepada Allah yang tidak dikenal. 

Dan sekarang Allah itulah yang akan kuberitakan kepada kamu. 

Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, 
dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia. 

Allah menciptakan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan mengatur hidup mereka,
supaya mereka mencari Allah.

Sebab kita hidup di dalam Allah dan adalah keturunan Allah, kita tidak boleh menganggap bahwa Allah adalah seperti emas, perak, atau batu yang dibuat manusia, seperti anggapan orang-orang pada zaman kebodohan. 

Sekarang Allah memberitakan bahwa manusia harus bertobat.

Karena Allah telah menetapkan suatu hari, pada waktu dunia dihakimi dengan adil oleh seorang yang telah ditentukan-Nya. Allah telah memberi bukti, yaitu Dia yang akan menghakimi dunia ini, telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati."

Ketika orang-orang Atena mendengar Paulus bicara tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan ada yang berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."

Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. 

Tetapi beberapa orang menjadi percaya dan bergabung dengan Paulus. Di antara mereka ada Dionisius, anggota majelis Areopagus, seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lainnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar