Yakub dan Seluruh Keluarganya Berangkat ke Mesir
Maka Yakub memulai perjalanan dari rumahnya di Hebron, tanah Kanaan, ke Mesir. Ia membawa semua keluarga dan harta yang dia miliki. Semua anak dan cucu Yakub yang ikut bersamanya ke Mesir berjumlah 66 orang, belum termasuk menantu-menantunya yang perempuan.
Ketika Yakub sampai di Bersyeba, dia mempersembahkan korban kepada Allah. Di situ Allah berbicara kepada Yakub.
Allah berkata, “Jangan takut untuk pergi ke Mesir. Di sana Aku akan membuat keturunanmu menjadi bangsa yang besar. Suatu hari nanti Aku juga akan membawa keturunanmu kembali ke Kanaan. Dan ketika kamu meninggal, Yusuf anakmu akan ada bersamamu.”
Dari Bersyeba Yakub melanjutkan perjalanan lagi menuju Mesir. Maka rombongan Yakub sampai di Mesir, di tanah Gosyen. Mengetahui ayahnya sudah sampai, Yusuf pergi dengan keretanya untuk menyambut Yakub ayahnya. Ketika Yusuf bertemu dengan Yakub, ayahnya, Yusuf memeluk Yakub dan menangis. Yakub berkata, “Sekarang aku bisa mati dengan tenang karena sudah melihat bahwa ternyata kamu masih hidup!”
Sesudah itu, Yusuf menyampaikan kepada Yakub dan keluarganya, “Sebentar lagi kalian akan menghadap Firaun raja Mesir. Kalau raja bertanya, ‘Apa pekerjaan kalian,’ kalian harus menjawab, ‘Kami menggembalakan hewan ternak.’ Dengan begitu, kalian akan diperbolehkan untuk tinggal di tanah Gosyen.”
Lalu Yusuf pergi menghadap raja Mesir dan melaporkan bahwa keluarganya sudah sampai di Gosyen. Firaun menyambut baik Yakub dan juga keluarganya. Ia juga mengizinkan Yakub dan keluarganya menggembalakan ternak di Gosyen.
Yusuf juga mengajak ayahnya menghadap raja, dan Yakub memberkati raja. Raja bertanya kepada Yakub, “Berapakah umurmu?”
Jawab Yakub, “Hambamu ini sudah menjalani hidup selama seratus tiga puluh tahun.”
Sebelum pamit, Yakub mengucapkan berkat perpisahan kepada raja.
Maka sejak saat itu Yakub, saudara-saudara Yusuf, dan keluarga besar mereka mulai menetap di tanah Gosyen di Mesir. Yusuf memberikan bahan makanan yang cukup untuk kebutuhan mereka.
Yakub, ditambah dengan keturunannya yang bersama-sama berangkat ke Mesir, dan ditambah juga dengan Yusuf dan kedua anaknya yang sudah lebih dulu di Mesir, semuanya ada 70 orang.
Yusuf Menghadapi Bencana Kelaparan di Mesir
Bencana kelaparan semakin memburuk. Di mana-mana tidak ada makanan, sehingga seluruh penduduk Mesir dan Kanaan menderita karena kelaparan.
Orang-orang Mesir dan Kanaan membeli bahan makanan dari Yusuf, dan uangnya menjadi pemasukan raja Mesir. Lama-lama semua uang milik warga Mesir dan Kanaan pun habis dipakai membeli makanan.
Orang-orang Mesir pun mendatangi Yusuf dan berkata, “Tuan, berilah kami makanan. Uang kami sudah habis. Apakah kami harus mati kelaparan?”
Yusuf menjawab, “Kalau kalian sudah tidak punya uang lagi, berikanlah hewan ternak kalian sebagai pembayaran.”
Maka rakyat membawa hewan ternak kepada Yusuf untuk ditukar dengan bahan makanan. Ada yang membawa kuda, keledai, sapi, kambing, ataupun domba.
Pada tahun berikutnya, rakyat kembali menghadap Yusuf dan berkata, “Tuan, sekarang uang kami sudah habis, dan semua hewan ternak kami juga sudah habis dan menjadi milik Tuan. Hanya tanah kami yang bisa kami jual untuk membeli makanan. Biarlah tanah kami menjadi milik raja, tetapi tolong berikan kami juga benih untuk ditanam.”
Maka Yusuf membeli semua tanah milik rakyat Mesir. Semua ladang pun menjadi milik raja Mesir. Lalu seluruh rakyat dijadikan budak yang dipekerjakan di ladang-ladang itu. Yusuf berkata kepada rakyatnya, “Sekarang ladang kalian adalah milik raja, dan kalian adalah budak yang bekerja untuk raja. Kalian harus menanam benih-benih yang aku berikan. Pada waktu panen nanti, dua puluh persen hasil panen harus diberikan kepada raja. Yang delapan puluh persen menjadi bahan makanan untuk kalian dan menjadi benih untuk ditanam lagi.”
Rakyat merasa sangat tertolong atas tindakan Yusuf dan berkata, “Tuan, terima kasih sudah menyelamatkan nyawa kami!”
Yakub Memberikan Pesan Terakhir dan Meninggal Dunia
Keluarga Israel yang menetap di wilayah Gosyen hidup dengan baik.
Yakub tinggal di Mesir selama tujuh belas tahun, sampai umurnya mencapai 147 tahun.
Yakub tahu bahwa sudah dekat waktunya ia akan meninggal.
Beberapa waktu kemudian, seseorang mengabarkan pada Yusuf, “Tuan, keadaan ayahmu semakin memburuk.”
Maka Yusuf mengajak kedua anaknya, Manasye dan Efraim, untuk mengunjungi Yakub.
Ketika Yusuf sudah datang, Yakub bangkit untuk duduk di tempat tidurnya karena ia ingin memberkati anak-anak Yusuf. Yusuf mengatur posisi kedua anaknya seperti kebiasaan pada waktu itu: anak sulungnya Manasye dekat tangan kanan Yakub dan anak bungsunya Efraim dekat tangan kiri Yakub.
Namun, Yakub malah mengulurkan tangan kanannya ke kepala Efraim anak bungsu Yusuf, dan mengulurkan tangan kirinya kepada Manasye anak sulung Yusuf, lalu mulai memberkati mereka.
Yusuf mengira Yakub tidak sengaja memberkati dengan tangan yang terbalik karena matanya sudah rabun.
Ketika Yusuf mau membalikkan lagi tangan Yakub, Yakub berkata, “Manasye kakaknya memang akan menjadi bangsa yang besar. Tetapi adiknya, Efraim akan menjadi bangsa yang lebih hebat.”
Yakub memanggil juga anak-anaknya untuk berkumpul lalu menyampaikan pesan, yaitu nubuat apa yang akan terjadi pada mereka di masa yang akan datang. Yakub juga memberkati mereka dengan berkat yang sesuai bagi mereka masing-masing.
Sesudah menyampaikan pesan-pesan terakhirnya, Yakub berbaring dan meninggal dunia.
Yusuf sangat sedih, ia menangis dan memeluk ayahnya. Yusuf memberi perintah agar tubuh Yakub diawetkan dengan rempah-rempah.
Masa berkabung atas kematian Yakub adalah selama tujuh puluh hari. Setelah masa berkabung selesai, Yusuf meminta izin kepada raja untuk pergi menguburkan Yakub di Kanaan.
Yusuf pergi menguburkan Yakub, beserta semua pejabat kerajaan dan pasukan dari Mesir dan juga semua anggota keluarga besar Yakub.
Sesuai permintaan Yakub ketika ia masih hidup, tubuh Yakub dikuburkan di gua yang ada di Makpela, dekat Hebron di Kanaan, yaitu kuburan keluarga Abraham, Ishak, dan Yakub.
Bangsa Israel Berkembang di Negeri Mesir
Sesudah menguburkan Yakub, Yusuf beserta saudara-saudaranya dan seluruh rombongan itu kembali ke Mesir.
Karena Yakub sudah tidak ada, kakak-kakak Yusuf berpikir, “Bagaimana kalau Yusuf masih menyimpan dendam atas semua perbuatan jahat yang dulu kita lakukan kepadanya?”
Maka kakak-kakak Yusuf sepakat untuk mengirim permohonan maaf kepada Yusuf. Maka menangislah Yusuf ketika menerima pesan itu. Saudara-saudaranya Yusuf juga datang langsung dan bersujud di hadapan Yusuf sambil berkata, “Kami ini adalah hambamu.”
Jawab Yusuf kepada saudara-saudaranya, “Jangan takut! Aku tidak berhak untuk menghakimi kalian karena aku bukan Allah. Dulu, kalian memang merencanakan hal yang jahat terhadapku. Tetapi sesungguhnya Allah memiliki rencana yang baik dalam kejadian itu, supaya banyak orang dapat diselamatkan, seperti yang sudah terjadi. Tidak ada yang perlu kalian takuti. Aku akan mencukupi kebutuhan kalian dan anak-anak kalian.” Demikianlah Yusuf menghibur dan menenangkan hati saudara-saudaranya.
Awalnya, keluarga Yakub atau Israel yang ada di Mesir hanya ada tujuh puluh orang. Setelah lewat masa kelaparan, Yusuf, saudara-saudaranya, bersama keluarga besar mereka tetap tinggal di Mesir. Mereka beranak cucu bahkan Yusuf sempat melihat cucu dan cicitnya.
Ketika sudah dekat waktunya Yusuf akan meninggal, Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, “Sebentar lagi aku akan mati, tetapi Allah akan menyertai kalian dan Allah akan memimpin kalian keluar dari Mesir untuk kembali ke tanah yang sudah dijanjikan-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Jadi, ketika kalian keluar dari Mesir untuk kembali ke Kanaan, kalian harus membawa tulang-tulangku untuk dikuburkan di Kanaan.”
Yusuf meninggal pada usia 110 tahun. Lalu jenazahnya diawetkan dan disimpan di Mesir dalam peti.
Setelah Yusuf, saudara-saudaranya, serta semua orang dari generasi mereka meninggal, keturunan Israel tetap hidup di tanah Gosyen selama ratusan tahun. Mereka terus beranak cucu dan jumlah mereka bertambah banyak. Mereka menjadi sebuah bangsa yang kuat dan tersebar di seluruh Mesir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar